Sabtu, 23 Maret 2013

kasus asuhan kebidanan ibu nifas


BAB I
PENDAHULUAN

1.1  LatarBelakang

Periode pascapartum adalah masa dari kelahiran plasenta dan selaput janin (menandakan akhir periode intrapartum) hingga kembalinya traktus reproduksi wanita pada kondisi tidak hamil.Ingat bahwa perubahan ini adalah pada kondisi tidak hamil,bukan kondisi prahamil, seperti yang sering dikatakan.Kondisi organ pra hamil hilang selamanya.Paling cocok mencolok setelah pertama kali hamil dan melahirkan,tetapi juga pada setiap kehamilan selanjutnya (varney’s midwiferi.2004).
Periode ini juga disebut puerpirium,dan wanita yang mengalami puerperium disebut puerpera. Periode pemulihan pascapartum berlangsung sekitar enam minggu (varney’s midwiferi.2004).
Seorang wanita dapat meninggal karena persalian pasca persalinan dalam waktu 1 jam setelah melahirkan oleh karena itu penilaian dan penatalaksanaan yang cermat selama kala III dan kala IV persalinan sangat penting.Memperkirakan kehilangan darah hanyalah salah satu cara untuk menilai kondisi ibu setelah melahirkan. Upaya yang lebih penting adalah dengan memeriksa ibu secara berkala dan lebih sering selama kala IV dan menilai kehilangan darahya dengan cara memantau tanda vital,mengevaluasi kondisi terkini,memperkirakan jumlah perdarahan lanjutan dan menilai tonus uterus.
Sebagian besar kejadian kesakitan dan kematian ibu yang disebabkan oleh perdarahan pasca persalian dan terjadi dalam 4 jam pertama setelah kelahiran bayi. Karena itu penting sekaliuntuk memantau ibu secara ketat segera setelah setiap tahapan atau kala persalian diselesaikan.Jika tanda-tanda vital dan tonus uterus masih dalam batas normal selama 2 jam pertama pasca persalian,mungkin ibu tidak akan mengalami perdarahan pasca persalinan.
Perawatan masa nifas mencakup berbagai aspek dari pengaturan dalam mobilisasi, anjuran untuk kebersihan diri,pengaturan diet,pengaturan miksi dan defekasi,perawatan payudara (mammae) yang ditujukan terutama untuk kelancaran pemberian air susu ibu guna pemenuhan nutrisi bayi,dll.

1.2  Tujuan
1.2.1        Tujuan umum
Dapat menerapkan Asuhan Kebidanan pada Ny “U” P 2 A 0 Ah 2
1.2.2        Tujuan khusus
Dalam memberikan Asuhan Kebidanan pada Ny “U” P2 A0 Ah 2 diharapkan mampu :
1.      Melakukan pegkajian data
2.      Mengidentifikasi diagnosa masalah dan kebutuhan
3.      Menentukan antisipasi maslah potensial
4.      Menetukan antisipasi tindakan segera
5.      Menyusun dan mengembangkan rencana Asuhan Kebidanan
6.      Melaksanakan Asuhan Kebidanan
7.      Mengevaluasi hasil Asuhan Kebidanan sesuai dengan rencana yang ditetapkan.





BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Pengertian masa nifas
Masa nifas atau puerperium adalah masa sesudah persalinan yang diperlukan untuk pulihnya kembali alat kandungan yang lamanya 6 minggu (obstetri fisiologi,unpad.1983).
Periode pascapartum adalah masa dari kelahiran plasenta dan selaput janin (menandakan akhir periode intrapartum) hingga kembalinya traktus reproduksi wanita pada kondisi tidak hamil (varney’s midwifery.2003).
Masa nifas dimulai setelah plasenta lahir dan berakhir ketika alat-alat kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil.Masa nifas berlangsung selama kira-kira 6 minggu (pelayanan kesehatan maternal dan neonatal.2010).
2.2 Tahapan-tahapan masa nifas
Masa nifas dibagi menjadi 3 bagian,yaitu:
1.      Puerperium dini,yaitu kepulihan dimana ibu telah diperbolehkan berdiri dan berjalan-jalan.
2.      Puerperium intermedial,yaitu kepulihan menyeluruh alat-alat genetalis yang lamanya 6-8 minggu.
3.      Remote puerperium,yaitu waktu yang diperlukan untuk pulih dan sehat sempurna terutama bila selama hamil atau waktu persalinan mempunyai komplikasi.
2.3 Perubahan yang terjadi pada masa nifas
Involusi rahim
Setelah plasenta lahir uterus merupakan alat keras, karena kontraksi dan retraksi otot-ototnya. Fundus uteri ± 3 jari di bawah pusat. Selama 2 hari berikutnya, besarnya tidak seberapa kurnag,tetapi sesudah 2 hari ini uterus mengecil dengan cepat,sehingga pada hari ke 1 tidak teraba lagi dari luar.
Setelah minggu 6 tercapai lagi ukurannya yang normal. Sesudah plasenta lahir beratnya rahim 1000 gr, seminggu kemudian500 gr, 2 minggu postpartum 375 gr. Dan pada akhir puerperium 50 gr.
Involusi terjadi karena masing-masing sel menjadi lebih kecil, karena cytoplasmanya yang berlebihan dibuang. Involusi disebabkan oleh proses autolysis, pada mana zat protein dinding rahim dipecah,diabsorbsi dan kemudian dibuang dengan air kencing.
Sebagai bukti dapat dikemukakan bahwa kadar notrogen dalam air kencing sangat tinggi. Plepasan plasenta dan selaput janin dari dinding rahimterjadi pada stratum spingiosum bagian atas.
Setelah 2-3 hari tampak bahwa lapisan atas dari stratum spongiosum yang tinggal menjadi nekrotis, sedangkan lapisan yang bawahnya yang berhubungan dengan lapisan otot terpelihara dengan baik. Bagian yang nekrotis dikeluarkan dengan lochea, sedangkan lapisan yang tetap sehat menghasilakn endometrium yang baru. Efitel baru terjadi dengan proliferasi sel-sel kelenjar, sedangkan stroma baru dibentuk dari jaringan ikat diantara kelenjar-kelenjar
Perubahan-perubahan normal pada uterus selama postpartum dapat dilihat di bawah ini:
  Perubahan Uterus Masa Nifas
Involusi Uteri
TFU
Berat Uterus
Diameter Uterus
Palpasi cervix
Placenta lahir
Setinggi pusat
1000 gr
12,5 cm
Lembut/
Lunak
7 hari
Pertengahan antara simpisis dan pusat
500 gr
7,5 cm
2 cm
14 hari
Tidak teraba
350 gr
5 cm
1 cm
6 minggu
Normal
60 gr
2,5 cm
Menyempit






involusi tempat plasenta
setelah persalinan, tempat plasenta merupakan tempat dengan permukaan kasar, tidak rata dan kira-kira sebesar telapak tangan. Dengan cepat luka ini mengecil, pada akhir minggu ke 2 hanya sebesar 3-4 cm dan pada akhir nifas 1-2  cm. Penyembuhan luka bekas plasenta khas sekali.
Pada permulaan nifas bekas plasenta mengandung banyak pembuluh darah besar yang tersumbat oleh throbus. Biasanya luka yang demikian sembuh dengan menjadi parut, tetapi luka bekas plasenta tidak meninggalkan parut. Hal ini disebabkan karena luka ini sembuh dengan cara yang luar biasa, ailah dilepaskan dari dasarnta dengan pertumbuhan endometrium baru di bawah permukaan luka. Endometrium ini tumbuh dari pinggir luka dan juga dari sisa-sisa kelenjar pada dasar luka.
Perubahan pada servix dan vagina
Beberapa hari setelah persalianan, ostium externum dapat dalalui oleh 2 jari, pinggir-pinggirnya tidak rata tetapi retak-retak karena robekan dalam persalianan. Pada akhir minggu pertama hanya dapat dilalui oleh 1 jari saja, dan lingkaran  retraksi berhubungan dengan bagian atas dari canalis servikalis. Pada cervix terbentuk sel-sel otot baru. Karena hyperplasi ini dan karena retraksi dari cervix, robekan cervix menjadi sembuh. Walaupun begitu, setelah involusi selasai, ostium externum tidak serupa dengan keadaannya sebelum hamil ,pada umunya ostium externum lebih besar dan tetap ada retak-retak dan robekan-robekan pada pinggirnya, terutam pada pinggir sampingnya. Oleh robekan kesamping ini terbentuk bibir depan dan bibir belakang dari cervix.
Vagina yang sangat diregang waktu persalianan, lambat laun mencapai ukuran-ukurannya yang normal. Pada minggu ke 3 postpartum rugae mulai nampak kembali.
Perubahan ligamen
Setelah bayi lahir, ligamen dan diafragma pelvis fasia yang meregang sewaktu kehamilan dan saat melahirkan, kembali seperti sedia kala. Salah satu perubahan ligamenyang dapat terjadi pasca melahirkan anatara lain: ligamentum rotundum menjadi kendor yang mengakibatkan letak uterus menjadi retrofleksi.
Lochea
Involusi uterus menyebabkan lapisan luar desidua yang mengelilingi situs plasenta menjadi bekrotik. Desidua yang mati akan keluar bersama dengan sisa cairan. Pencampuran antara darah dan desidua inilah yang dinamakan lochea.
Macam – macam lochea
1.      Lochea rubra:keluar hari ke 1-3,warnanya merah kehitaman,ciri-cirinya terdiri dari sel desidua,vernikscaseosa,rambut lanugo,sisa mekonium dan sisa darah.
2.      Lochea sanguilenta : keluar hari 3-7, warnanya putih bercampur merah,ciri-cirinya sel darah bercampur lendir.
3.      Lochea serosa : keluar hari 7-14, warnanya kekuningan /kecoklatan, ciri-cirinya lebih sedikit darah dan lebih banyak serum, juga terdiri dari leukosit dan robekan laserasi plasenta.
4.      Lochea alba : > 14 hari, warnanya putih, ciri-cirinya mengandung leukosit, selaput lendir serviks dan serabut jaringan yang mati.
5.      Lochea purulenta : lochea yang bercampur dengan nanah
6.      Lochiotosis : lochea yang keluarnya tidak lancar
Perubahan tanda-tanda vital
Tekanan Darah
Segera setelah melahirkan,banyak wanita mengalami peningkatan sementara tekanan darah sistolik dan diastolik, yang kemabli secara spontan ke tekanan darah sebelum hamil, selama beberapa hari.
Suhu
Suhu maternal kembali normal dari suhu yang sedikit meningkat selama periode intrapartum dan stabil dalam 24 jam pertama pascapartum.
Nadi
Denyut nadi yang meningkat selama persalinan akhir, kembali normal setelah beberapa jam pertama pascapartum. Hemoragi, demam selama persalinan, dan nyeri akut atau persisten dapat memepengaruhi proses ini. Apabila denyut nadi diatas 100 selama puerperium, hal tersebut abnormal dan mungkin menunjukkan adanya infeksi atau hemoragi pascapartum lambat.
Pernapasan
Fungsi pernafasan kembali pada rentang normal wanita selama jam pertama pascapartum. Napas pendek, cepat,atau perubahan lain memerlukan evaluasi adanya kondisi-kondisi seperti kelebihan cairan,eksaserbasi asma, dan embolus paru.
Perubahan sistem pencernaan
Biasanya ibu mengalami obstipasi setelah melahirkan  anak. Hal ini disebabkan karena pada waktu melahirkan alat pencernaan mendapat tekanan yang menyebabkan colon menjadi kosong, pengeluaran cairan yang berlebihan pada  waktu persalinan (dehidrasi), kurang makan, haemorrhoid, laserasi jalan lahir. Supaya buang air besar kembali teratur dapat diberikan diet atau makanan yang mengandung serat dan pemberian cairan yang cukup.
Perubahan sistem perkemihan
Hendaknya buang air kecil dapat dilakukan sendiri secepatnya. Kadang-kadang puerperium mengalami sulit buang air kecil, karena sfingter uretra ditekan oleh kepala janin dan spasme oleh iritasi muskulus sphingter ani selama persalinan, juga oleh karena adanya edema kandung kemih yang terjadi selama persalinan.
Perubahan endokrin
Selama proses kehamilan dan persalinan terdapat perubahan pada sistem endokrin, terutama pada hormon-hormon yang berperan dalam proses tersebut.
1)      Oksitosin
2)      Prolaktin
3)       Hipotalamik Pituitary Ovarium
 Estrogen dan progesteron
Perubahan sistem hematologi dan kardiovaskuler
Leukositosis adalah meningkatnya jumlah sel-sel darah putih sampai sebanyak 15.000 selama masa persalinan. Leukosit akan tetap tinggi jumlahnya selama beberapa hari pertama masa postpartum.
Kebutuhan dasar masa nifas
a)      Nutrisi dan cairan
Pada masa nifas diet perlu dapat perhatian yang serius, karena dengan nutrisi yang baik dapat mempercepat penyembuhan inu dan sangat mempengaruhi susunan air susu. Diet yang diberikan harus bermutu,bergizi tinggi, cukup kalori, tinggi protein, dan banyak mengandung cairan.
b)      Ambulasi
            Ambulasi dini (early ambulation) ialah kebijaksanaan agar secepat mungkin bidan membimbing ibu postpartum bangun dari tempat tidurnya dan membimbing ibu secepat mungkin untuk berjalan.
c)      Eliminasi
1)      Buang Air Kecil
Ibu diminta buang air kecil (miksi) 6 jam postpartum. Jika dalam 8 jam postpartum belum dapat berkemih atau sekali berkemih belum melebihi 100 cc, maka dilakukan kateterisasi.
2)      Buang Air Besar
Ibu postpartum diharapkan dapat buang air besar (defekasi) setelah hari kedua postpartum. Jika hari ketiga belum juga BAB, maka perlu diberi obat pencahar per oral atau per rektal.
d)     Personal hygiene
Pada masa postpartum, seorang ibu angat rentan terhadap infeksi. Oleh karena itu, kebersihan diri sangat penting untuk mencegah terjadinya infeksi. Kebersihan tubuh, pakaian, tempat tidur, dan lingkungan sangat penting untuk tetap dijaga.
e)      Istirahat dan tidur
f)       Aktifitas seksual

2.4 Frekuensi Kunjungan Masa Nifas
Kunjungan
Waktu
Tujuan
1
6-8 jam setelah persalinan
-          Mencegah perdarahan masa nifas karena atonia uteri
-          Mendeteksi dan merawat penyebab lain perdarhan; rujuk jika perdarahan berlanjut
-          Pemberian ASI awal
-          Melakukan hubungan antara ibu dan bayi baru lahir
-          Menjaga bayi tetap sehat dengan cara mencegah hipotermi
-          Jika petugas menolong persalinan, ia harus tinggal dengan ibu dan bayi baru lahir untuk 2 jam pertama setelah kelahiran, atau sampai ibu dan bayidalam keadaan stabil.
2
6 hari setelah persalinan
-          Memastikan involusi uterus berjalan normal: uterus berkontraksi, fundus di bawah umbilikus, tidak ada perdarahan abnormal.
-          Memastikan ibu menyusui dengan baik dan tak memperlihatkan tanda-tanda penyulit
-          Memberikan konseling pada ibu mengenai asuhan pada bayi, tali pusat, menjaga bayi tetap hangat dan merawat bayi sehari-hari
3
2 minggu setelah persalinan
-          Sama seperti di atas (6 hari setelah persalinan)
4
6 minggu setelah persalinan
-          Menanyakan pada ibu tentang penyulit-penyulit yang ia atau bayi alami
-          Memberikan konseling untuk KB secara dini





BAB III
CONTOH KASUS
ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU NIFAS NORMAL
Ny “U” P 2 A 0 Ah 2 masa nifas hari ke 1
DI BPS LATIFAH


No. Register                                                    : 201256
Masuk RS/PKM/BPM Tanggal/Pukul            : 15-9-2012
Dirawat di ruang                                             : bersalin

I.              PENGKAJIAN DATA, Tanggal/Pukul : 16-9-2012, Oleh : Bidan Rina
A.          Data Subjektif
1.                Biodata                    Ibu                                        Suami
Nama              : Ny”U”                                               Tn”M”
Umur              : 23 tahun                                            27 tahun
Agama            : Islam                                                             Islam
Suku/bangsa   : Jawa/Indonesia                                 Jawa/Indonesia
Pendidikan     : SMA                                                 D.3 Manajemen Informatika
Pekerjaan        : IRT                                                    Wira Swasta
Alamat           :Sleman,Yogyakarta                Sleman,Yogyakarta
2.                      Alasan datang/dirawat
Ibu menegatakan baru selesai melahirkan
3.       Keluhan utama
Tidak ada
4.       Riwayat menstruasi
Menarche       : 15 tahun                    Siklus              : 28 hari
Lama              : 7 hari                         Teratur             : Teratur
Sifat darah     : Cair                           Keluhan           : Tidak Ada
5.       Riwayat perkawinan
Status perkawinan      : Sah                Menikah ke     : pertama
Lama                          : 3 tahun          Usia menikah pertama kali:20 tahun

6.       Riwayat obstetrik : P2 A0 Ah2

Hamil ke
Persalinan
Nifas
Tanggal
Umur kehamilan
Jenis persalinan
Penolong
Komplikasi
JK
BB lahir
Laktasi
Komplikasi
1
2010
Aterm
Spontan
bidan
-
Laki-laki
3200 gr
ASI
-
2
2012
Aterm
Spontan
bidan
-
perempuan
3500 gr
ASI
-











7.       Riwayat kontrasepsi yang digunakan
No
Jenis kontrasepsi
Pasang
Lepas
tanggal
oleh
Tempat
keluhan
tanggal
oleh
tempat
Alasan
1
Suntik
2011
bidan
Bps
-
2012
bidan
bps
Ingin hamil































8.       Riwayat persalinan
Tanggal/jam               : 15-9-2012/08.00 WIB
Tempat persalinan     : BPS Latifah
Jenis persalinan         : normal/spontan
Penolong                   : bidan
Komplikasi                : tidak ada

9.       Keadaan bayi baru lahir
Lahir tanggal/jam      : 15-9-2012/ 10.00 WIB
Masa gestasi              : 40 minggu
Jenis kelamin             : perempuan
BB/PB lahir               : 3500 kg/45 cm
Pola tidur                  : 16 jam /hari
Pola Nutrisi
Frek. menyusu    : tidak terjadwal
Durasi                 : 15 menit
Keluhan              : tidak ada
Pola eliminasi
BAK                  : 10 x   kali/ hari,
Konsistensi         : cair
Warna                 : kuning jernih
Bau                     : khas urine
BAB                   : 2 kali /hari,
Konsistensi         : lunak
Warna                 : hijau kekuningan
Bau                     : khas feses

10.   Riwayat Post partum
Pola pemenuhan kebutuhan sehari-hari
a.       Nutrisi
Makan                                                      Minum
Frekuensi             : 3x sehari                    Frekuensi         : 6x sehari
Jenis                     : nasi,sayur lauk           Jenis                : air putih,teh
Porsi                     : 1 piring                      Porsi                : 1 gelas
Pantangan            :tidak ada                    Pantangan       : tidak ada
Keluhan               : tidak ada                   Keluhan           : tidak ada
b.      Eliminasi
BAB                                                        BAK
Frekuensi             : belum                        Frekuensi         : 5x/hari
Warna                  : -                                 Warna              : kuning jernih
Konsistensi          : -                                 Konsistensi      : cair
Keluhan               : -                                 Keluhan           : tidak ada

c.       Istirahat
Tidur siang                                   Tidur malam
Lama        : 1 jam/hari                  Lama               : 8 jam/hari
Keluhan   : tidak ada                   Keluhan           : tidak da
d.      Pola aktivitas (terkait kegiatan fisik, perawatan bayi dan diri)
Ibu mengatakan kegiatan sehari-harinya saya mengerjakan pekerjaan rumah dan merawat bayinya sendiri.

e.       Pengalaman menyusui
Ibu mengatakan sudah pernah menyusui.

f.       Kebiasaan menyusui
Posisi                                : duduk atau tidur      
Durasi                               : 10-15 menit
Perawatan payudara         : dibersihkan dengan air hangat
Keluhan                            : -
11.   Riwayat kesehatan
a.       Penyakit yang pernah/sedang diderita (menular, menurun dan menahun)
Ibu mengatakan tidak pernah / sedang menderita penyakit menular (hepatitis), menurun (diabetes militus), menahun (jantung, hipertensi).
b.       Penyakit yang pernah/sedang diderita keluarga (menular, menurun dan menahun)
Ibu mengetakn baik dari keluarga ibu maupun suami tidak ada yang mempunyai penyakit menular (hepatitis), menurun (diabetes militus), menahun (jantung,hipertensi).
c.       Riwayat operasi
Ibu mengatakan tidak pernah melakukan operasi.
d.      Riwayat alergi obat
Ibu mengatakan tidak ada alergi obat apapun.
12.   Kebiasaan yang mengganggu kesehatan (merokok, minum jamu, minuman beralkohol)
Ibu mengatakan tidak pernah merokok,minum jamu,dan minum alkohol.
13.   Data psikososial, spiritual dan ekonomi (penerimaan ibu/suami/keluarga terhadap kelahiran, dukungan keluarga, hubungan dengan suami/keluarga/tetangga, perawatan bayi, kegiatan ibadah, kegiatan sosial, keadaan ekonomi keluarga)
-          Ibu mengatakan baik dari keluarga ibu maupun suami sangat mendunkung kehamilannnya
-          Ibu mengkatakan akan bersalin di BPS
-          Ibu mengakatakan akan merawat banyinya sendiri dan memberikan ASI eksklusif
14.   Pengetahuan ibu (perawatan ibu, bayi dan laktasi)
Ibu mengatakan sudah mengerti mengenai perawatan bayi dan laktasi
B.     Data Objektif
1.    Pemeriksaan umum
Keadaan umum          : baik               Kesadaran       : composmentis
Status emosional        : stabil
Tanda vital                 :
Tekanan darah            : 100/70.mmHg           Nadi    : 82x/menit
Pernafasan                  : 20x/menit                  Suhu    : 37o C
BB                              : 46 kg                         TB       : 160 cm
          
2.       Pemeriksaan Fisik
Kepala            : mesochepal,tidak ada massa
Rambut          : lurus,panjang,hitam,tidak ada ketombe
Wajah             : oval,tidak ada cloasma
Mata               : simetris,sklera putih,konjungtiva merah muda,tidak ada sekret
Hidung           : simetris,tidak ada polip,tidak ada sekret
Mulut             : simetris,bibir lembab,tidak ada sariawan,gusi tidak berdarah
Telinga           : simetris,tidak ada serumen,ada gendang telinga
Leher                          : tidak ada pembesaran kelenjar parotis,tiroid,vena jugularis,limfe
Dada              : tidak ada retraksi
Payudara        :simetris,puting susu menonjol,hiperpigmentasi pada areola     mamae
Abdomen       : tidak ada luka bekas operasi,kontraksinya baik,TFU : setinggi pusat
Ekstremitas    :
Atas                : simetris,reflek aktif,tidak ada odema,jari-jari lengkap.
Bawah            :simetris,reflek aktif,tidak ada oedema,jari-jari lengkap.
Genetalia        : bersih, tidak ada pembengkakan kelenjar bartolini,tidak adatanda-tanda infeksi
Jahitan dalam          : -
Jahitan luar              : -
Lochea                     : rubra
Anus                           : tidak hemoroid
3.       Pemeriksaan penunjangTgl    : ....................Pukul     : .........WIB
Tidak ada
4.       Data penunjang
Riwayat persalinan
Masa gestasi               : 40 minggu
Komplikasi                 : -
Plasenta                      : Lengkap
a.          Lahir                   : Spontan
b.         Berat                  : 3500gram
c.          Tali pusat            : panjang : 45 cm         Insersio : sentralis
d.         Kelainan             : -
Perineum                    : utuh
a.          Robekan di         : -
b.         Jahitan dalam     : -
c.          Jahitan luar         : -
Perdarahan
Kala I             : 0 cc
Kala II           : 50 cc
Kala III          : 50 cc
Kala IV          : 20 cc
Total              : 120 cc
Lama Persalinan
Kala I             : 2 jam
Kala II           : 1 jam
Kala III          : 30 menit
Kala IV          : 2 jam10 menit
Total              : 5 jam 40 menit
Tindakan lain : tidak ada
Nilai APGAR            : 1’ : 8 5’ : 9 10’ : 10

II.           INTERPRETASI DATA
A.    Diagnosa kebidanan
Seorang Ny “U” umur 23 tahun P 2 A0 Ah 2 post partum hari ke 1 normal.
Data Dasar:
·         Ibu mengatakan ini persalinan yang ke dua
·         Ibu mengatakan berumur 23 tahun
·         Ibu mengatakan persalinan telah selesai 15 jam yang lalu
Data Obyektif:
-          TFU: 2 jari dibawah pusat
-          Kandung kemih kosong
-          KU: baik
-          Kesadran : compomentis
-          TD:100/70 MmHg
-          N : 82x / menit
-          S : 37oC
-          R : 20x/ menit
-          Lochea: rubra
B.     Masalah
Tidak Ada
Data Dasar: -
III.        TINDAKAN ANTISIPASI
Tidak Ada
IV.        TINDAKAN SEGERA
A.       Mandiri
Tidak Ada
B.        Kolaborasi
Tidak Ada
C.        Merujuk
Tidak Ada


V.           PERENCANAAN        Tanggal : 16/09/2012  Pukul : 09.00 WIB
1.      Beritahu ibu kondisi ibu dan bayinya, TD ibu 100/70 MmHg,N 82x / mnt, S 370 C. Kontraksinya baik serta keadaaan bayi baik yaitu BB/PB: 3500 kg/45 cm,warna kulit merah muda, tidak ada penyulit pada saat bernafas.
2.      Beritahu KIE cara menyusui yang benar
3.      Beritahu ibu KIE fisiologi masa nifas
4.      Observasi KU,TD,N,R,S, kontraksi uterus,lokhea
5.      Anjurkan ibu ibu untuk memberikan ASI Eksklusif
6.      Beritahu informasi tanda bahaya masa nifas
7.      Beritahu informasi ibu untuk pemilihan KB
8.      Anjurkan ibu untuk kunjungan ulang 1 minggu lagi

VI.             PELAKSANAAN      Tanggal: 16/19/2012   Pukul : 09.00 WIB
1.      Memberitahu ibu keadaan ibu dan bayinya saat ini
2.      Memberitahu ibu KIE fisiologi masa nifas
-          Ukuran uterus akan mengecil kembali dalam waktu ± 2 minggu
-          Dari vagina akan mengeluarkan lochea
a.       Lochea rubra (dasah segar sisa plasenta) ±1- 4 hari postpartum
b.      Lochea sanguelenta (kuning lendir darah) ± 4 – 7 hari postpartum
c.       Lochea serosa (kuning tidak berdarah) ± 7 – 14 hari postpartum
d.      Lochea alba (cairan putih) ± 2 - 6 minggu postpartum
3.      Memberitahu ibu cara menyusui yang benar:
Badan bayi tegak lurus,seluruh tubuh bayi menempel pada perut ibu,oleskan ASI pada areola rangsang mulut bayi terbuka dengan menyentuhkan puting susu pada bibir bayi sete;ah bayi menyusu puas sendawakan bayi dengan meletakkan bayi di pundak ibu dan menepuk pelan-pelan pundak bayi.
4.      Melakukan observasi KU,TD,N,R,S,kontraksi uterus,lochea
5.      Memberitahu ibu tentang tanda bahaya nifas apabila muncul tanda-tanda keluar darah bau busuk,segera meminta ibu datang kepelayanan kesehatan.
6.      Memberikan informasi tentang KB,manfaat KB seperti Kb suntik,pil,dll.
7.      Meminta ibu untuk datang melakukan kunjungan ulang 1 minggu lagi

VII.          EVALUASI   Tanggal : 16/09/2012              Pukul : 09.00 WIB
1.      Ibu sudah mengetahui kondisinya dan bayinya saat ini
2.      Ibu sudah mengerti cara menyusui yang benar
3.      Ibu mengerti fisiologi masa nifas dan dapat menjelaskannya kembali
4.      KU: baik                                                            N: 82x/ menit
Kesadran :komposmetis                                     R : 20x/menit
TD : 100/70 MmHg                                           S : 37oC
Lochea :rubra
TFU: 2 jari dibawah pusat
5.      Memberitahu ibu tanda bahaya nifas dan ibu sudah mengerti dan mampu menjelaskan kembali
6.      Ibu sudah mengerti dan akan mendiskusikan KB bersama suaminya
7.      Ibu bersedia melakukan kunjungan ulang 1 minggu lagi
8.      Semua tindakan sudah di dokumentasikan di buku register pemeriksaan.






BAB IV
PEMBAHASAN
Konsep asuhan kebidanan post partum fisiologis :
I.                   Pengkajian Data
Pengkajian adalah langkah pertama asuhan kebidanan yang terdiri dari pengumpulan data yang diperoleh dari anamnesa,pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang.
A.    Data Subjektif
Adalah data yang diperoleh dari hari pertama anamnesa,dari klien,keluarga,tim kesehatan lain yang mencakup semua keluhan klien.Pada masalah kesehatan yang didalamnya,anamnesa meliputi :
1.      Biodata Pasien
Biodata berisi tentang identifikasi klien beserta suaminya,yang meliputi nama,umur,agama,alamat,pendidikan,pekerjaan,suku/bangsa,nomor telepon.Biodata yang dikaji diharapkan dapat memberikan gambaran tentang faktor resiko keadaan sosial ekonomi dan pendidikan klien atau keluarga yang meliputi kondisi klien.
2.      Keluhan Utama
Yaitu keluhan yang dirasakan pasien pada saat pengkajian seperti adanya mules atau  keluhan lain yang dirasakan pada saat pengkajian.
3.      Riwayat Menstruasi
Yang ditanyakan pada riwayat menstruasi meliputi kapan menarche,siklus haid teratur atau tidak,lama,warna,bau,sifat darah,keluhan.
4.      Riwayat Perkawinan
Yang ditanyakan pada riwayat perkawinan meliputi status perkawinan,lama perkawinan,menikah ke berapa,usia pertama kali pada saat menikah.
5.      Riwayat Obstetrik
Persalinan yang lalu meliputi hamil keberapa,tanggal persalinan,umur kehamilan,jenis persalinan,penolong,komplikasi,jenis kelamin bayi,BB lahir.
Nifas yang lalu meliputi laktasi dan komplikasi.
6.      Riwayat Kontrasepsi
Ditanyakan apakah ibu pernah KB,jenis KB,keluhan
7.      Riwayat Persalinan
Meliputi tanggal dan waktu persalinan,tempat persalinan,penolong,jenis persalinan,komplikasi.
8.      Keadaan Bayi Baru Lahir
Meliputi tanggal dan waktu lahir,masa gestasi,jenis kelamin,panjang badan dan berat badan bayi lahir,pola tidur,frekuensi menyusu,durasi,keluhan.
9.      Pola Eliminasi
BAB meliputi konsistensi,warna,bau,frekuensi,keluhan.
BAK meliputi konsistensi,warna,bau,frekuensi,keluhan.
10.  Riwayat Post Partum
Pola pemenuhan kebutuhan sehari-hari:
-          Pola Nutrisi
Meliputi makan dan minum yaitu frekuensi,jenis,keluhan,porsi,pantangan.
-          Pola Eliminasi
Meliputi BAB dan BAK yaitu frekuensi,warna,konsistensi,keluhan.
-          Pola Istirahat
Meliputi tidur siang dan tidur malam yaitu lama,keluhan.
-          Pola Aktifitas (terkait kegiatan fisik,perawatan bayi,diri sendiri)
Kegiatan apa yang dilakukan oleh pasien.
-          Pengalaman Menyusui
-          Kebiasaan Menyusui
Meliputi posisi,durasi,perawatan payudara,keluhan.
11.  Riwayat Kesehatan
-          Penyakit yang pernah/sedang diderita (menular,menurun,menahun)
Untuk mengetahui apakah ibu dulu pernah/sedang mempunyai riwayat penyakit menular,menurun,menahun.
-          Penyakit yang pernah/sedang diderita keluarga (menular,menurun,menahun)
Untuk mengetahui apakah dalam keluarga ada yang punya penyakit menular,menurun,menahun.
12.  Riwayat Operasi
Apakah ibu pernah operasi atau tidak.
13.  Riwayat Alergi Obat
Apakah ibu ada alergi obat atau tidak.
14.  Kebiasaan yang Mengganggu Kesehatan (merokok,minum jamu,minum obat-obatan,minum alkohol)
Untuk mengetahui apakah ibu mempunyai kebiasaan yang mengganggu kesehatan atau tidak.
15.  Psikososialspiritual (penerimaan ibu/suami/keluarga terhadap kehamilan,dukungan sosial,perencanaan persalinan,pemberian ASI,perawatan bayi,kegiatan ibadah,kegiatan sosial,dan persiapan keuangan ibu dan keluarga)

B.     Data Objektif
Data objektif adalah data yang diperoleh melalui pemeriksaan umum maupun fisik yang terdiri dari inspeksi,palpasi,auskultasi,dan perkusi serta pemeriksaan penunjang lainnya.
1.      Pemeriksaan umum
Untuk mengetahui keadaan umum ibu
2.      Pemeriksaan Fisik
-          Kepala : bentuk kepala,warna rambut,kepala bersih atau tidak,ada benjolan atau tidak,rambut rontok atau tidak.
-          Muka : pucat atau tidak,oedema atau tidak.
-          Mata : simetris atau tidak,konjungtiva anemis atau tidak,skela ikterus atau tidak.
-          Hidung : simetris atau tidak,ada sekret atau tidak.
-          Mulut dan Gigi : simetris atau tidak,lidah kotor atau tidak,mukosa bibir kering atau tidak,karies gigi atau tidak,gusi berdarah atau tidak.
-          Telinga : simetris atau tidak,ada serumen atau tidak.
-          Leher : ada pembesaran kelenjar tiroid,parotis,vena jugularis,kelenjar getah bening atau tidak.
-          Payudara : simetris atau tidak,terjadi hiperpigmentasi atau tidak,puting susu menonjol atau tidak,kolostrum sudah keluar atau belum.
-          Abdomen : simetris atau tidak,ada luka bekas operasi atau tidak.
-          Ekstremitas Atas : simetris,gerakan reflek aktif atau tidak.
-          Ekstremitas Bawah : simetris atau tidak,apakah ada oedema atau tidak,apakah ada gangguan pergerakan atau tidak
-          Genitalia : apakah ada tanda-tanda infeksi atau tidak,apakah ada pembesaran kelenjar bartolini atau tidak.
Jahitan Dalam : ada atau tidak,berapa jumlah jahitan.
Jahitan Luar : ada atau tidak,berapa jumlah jahitan.
-          Lokhea : rubra,sanguelenta,alba,dll
-          Anus : ada hemoroid atau tidak.

3.      Pemeriksaan Penunjang
Dibagi 2,yaitu pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaan ronten.
4.      Data Penunjang
Meliputi riwayat persalinan.

II.                Interpretasi Data
Pengembangan mengenai masalah dari interpretasi data dasar kedalam identifikasi spesifik mengenai masalah atau diagnosa kebidanan.
A.    Diagnosa Kebidanan
Terdiri dari data subjektif dan data objektif.Data subjektif meliputi adanya komunikasi (klien,keluarga,petugas kesehatan) tentang cara melahirkan,waktu melahirkan,dan kelahiran anak berapa.Data objektif meliputi kesadaran,tanda-tanda vital,tinggi fundus uteri,kandung kemih,lokhea.
B.     Masalah
Masalah yang terjadi pada ibu.
III.             Identifikasi Diagnosa/masalah Potensial
Mengidentifikasi masalah dan diagnosa masalah potensial lain berdasarkan rangkaian masalah dan diagnosa yang ada.Masalah potensial adalah masalah yang mungkin timbul dan harus segera di tindak lanjuti.
IV.             Antisipasi Tindakan Segera
Langkah yang membutuhkan sifat berkesinambungan dari proses penatalaksanaan asuhan.
V.                Perencanaan
Rencana menyeluruh meliputi apa yang di identifikasi dari kondisi klien.Tiap pemeriksaan yang berkaitan dengan konseling dan rujukan.
VI.             Pelaksanaan
Penatalaksanaan tindakan sesuai dengan perencanaan,perwujudan dan terealisasi dengan baik apabila diterapkan hakekat masalah,jenis tindakan atau pelaksanaan bisa dikerjakan oleh bidan sendiri,klien,kolaborasi dengan sesama petugas kesehatan lain.
VII.          Evaluasi
Seperangkat tindakan yang saling berhubungan untuk mengukur pelaksanaan serta didasarkan atas tujuan dan kritik guna mengevaluasi kemampuan dalam memberikan asuhan kebidanan sehingga ada umpan balik untuk memperbaiki menyusun langkah baru,dalam asuhan kebidanan dan menunjang tanggung jawab.

BAB V
PENUTUP

KESIMPULAN

Periode pasca partum adalah masa dari kelahiran plasenta dan selaput janin (menandakan akhir periode intra partum) hingga kembalinya traktus reproduksi wanita pada kondisi tidak hamil.Periode ini juga disebut puerpirium,dan wanita yang mengalami puerperium disebut puerpera.Periode pemulihan pasca partum berlangsung sekitar enam minggu.
Perawatan masa nifas mencakup berbagai aspek dari pengaturan dalam mobilisasi, anjuran untuk kebersihan diri,pengaturan diet,pengaturan miksi dan defekasi,perawatan payudara (mammae) yang ditujukan terutama untuk kelancaran pemberian air susu ibu guna pemenuhan nutrisi bayi,dll.
Masa nifas atau puerperium adalah masa sesudah persalinan yang diperlukan untuk pulihnya kembali alat kandungan yang lamanya 6 minggu (obstetri fisiologi,unpad.1983).
Periode pascapartum adalah masa dari kelahiran plasenta dan selaput janin (menandakan akhir periode intra partum) hingga kembalinya traktus reproduksi wanita pada kondisi tidak hamil (varney’s midwifery.2003).
Masa nifas dimulai setelah plasenta lahir dan berakhir ketika alat-alat kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil.Masa nifas berlangsung selama kira-kira 6 minggu (pelayanan kesehatan maternal dan neonatal.2010).
Masa nifas dibagi menjadi 3 bagian,yaitu:
1.      Puerperium dini,yaitu kepulihan dimana ibu telah diperbolehkan berdiri dan berjalan-jalan.
2.      Puerperium intermedial,yaitu kepulihan menyeluruh alat-alat genetalis yang lamanya 6-8 minggu.
3.      Remote puerperium,yaitu waktu yang diperlukan untuk pulih dan sehat sempurna terutama bila selama hamil atau waktu persalinan mempunyai komplikasi.
Perubahan yang terjadi pada masa nifas,yaitu:
1.        Involusi uteri
2.        Involusi tempat plasenta
3.        Perubahan pada servix dan vagina
4.        Perubahan ligamen
5.        Lochea
6.        Perubahan tanda-tanda vital
7.        Perubahan sistem pencernaan
8.        Perubahan sistem perkemihan
9.        Perubahan endokrin
10.    Perubahan sistem hematologi dan kardiovaskuler
11.    Kebutuhan dasar masa nifas
Cara penulisan asuhan kebidanan pada ibu nifas mengacu pada 7 langkah varney,meliputi:
1.        Pengkajian Data
a.       Data Subjektif,terdiri dari biodata,keluhan utama,riwayat menstruasi,riwayat perkawinan,riwayat obstetrik,riwayat kontrasepsi yang digunakan,riwayat persalinan,keadaan bayi baru lahir,pola eliminasi,riwayat post partum,riwayat kesehatan,kebiasaan yang mengganggu kesehatan,psikososiospiritual,pengetahuan ibu.
b.      Data Objektif,terdiri dari pemeriksaan umum,pemeriksaan fisik,pemeriksaan penunjang,data penunjang,
2.        Interpretasi Data
A.    Diagnosa Kebidanan,terdiri dari data subjektif dan data objektif.
B.     Masalah
C.     Kebutuhan
3.        Identifikasi Diagnosa/Masalah Potensial
4.        Antisipasi Tindakan Segera
5.        Perencanaan
6.        Pelaksanaan
7.        Evaluasi
















DAPTAR PUSTAKA

1.      Bagian Obstetri & Ginekologi UNPAD.1983: Obtetri Fisiologi. Bandung. Eleman.
2.      Buku Panduan Praktis.2010: Pelayanan Kesehatan Maternal Dan Neonatal. Jakarta. PT Bina Pustaka Sarwono Prawihardjo.
3.      Varney,Helen.2004: Varney’s Midwifery,Ed4,Vol.2. Jakarta .EGC.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar